Follow by Email

TULISAN berjalan

nailul-nailul.blogspot.com _________twitter= @NailulH___________ Instagram= nailulhimmah.

Rabu, 12 Juni 2013

SOP BALUT dan BIDAI




Balut:

Macam pembalutan:
1.       Balut pita
2.       Balut dasi

Cara:
Luka tangan:
1.       Tekan luka
2.       Tangan yang satu nya menutup luka
3.       Ambil kan kain bersih / dari robekan baju pasien / kasa 2 lapis.: berfungsi untuk balut tekan
4.       Balut kasa/ robekan baju pasien. Jangan di plester karena belum cukup kuat menahan perdarahan
5.       Ekstremitas daerah yang terluka ditinggikan agar tidak memeperberat perdarahan

Luka kepala:
1.       Singkirkan rambut agar balutan tidak bercampur dengan rambut
2.       Tekan luka menggukanan kasa,
3.       Balut kepala menggunakan kassa

Prinsip bidai/spalk pada ekstremitas atas
Kepala:
1.       Inspeksi jika ada fraktur cervical. Tanda ada jejak akselerasi di belakang telinga
2.       Posisikan diri kita sebagai leader: berada di atas pasien
3.       Masukkan jempol ke clavicula, agar kepala digak gerak
4.       Instruksikan mau memindah pasien ke samping kanan atau kiri
5.       Pasang neckoker, bila tidak ada maka kita gunakan sandal jepit tang elastis
6.       Fraktur kepala mengarah ke lumbal/vertebrae
7.       Posisikan pasien dengan papan, jangan alas yang empuk


Tangan:
1.       Harus melewati 2 sendi jika luka di bagian ulna.
2.       Apabila dilihat  ada deformitas, maka dapat dicurigai fraktur
3.       Apabila di gerakkan pasien terasa nyeri
4.       Posisikan anatomis
5.       Cari spalk/ bidai
6.       Ukur spalk/bidai. Cara mengukur dengan mengukur pada bukan sisi yang sakit. Contoh pada tangan yang kanan terdapat luka, kita ukur pada tangan yang kiri
7.       Angkat tangan pasien, jangan mengangkat tangan sembarangan
8.       Posisi menghadap pasien
9.       Gunakan tangan kanan sebagai bantalan.
10.   Yang ada di humerus, tangan kanan kita yang sebagai bantalan dinaikkan (akan memberikan mobilisasi dan rasa nyaman pada pasien)
11.   Juka sudah yakin, maka baru taruh bidai di bawah tangan pasien
12.   Atau,,, dengan cara yang ke 2:
13.   Posiskan tangan pasien menyilang / teknik segitiga
14.   Bila ada elastis bandit tinggal kita gunakan
15.   Bila hanya 1 bidai maka gunakan dibawah tangan. Jika 2 bidai maka yang satu bidai taruh di atas tangan
16.   Bidai taruh di bawah sendi tangan
17.   Lalu tutup gulung bidai  dengan kassa
18.   Hindari luka saat penutupaan memakai kassa agar dapat perawatan luka
19.    

Ekstremitas bawah:
1.       Luka di tibia
2.       Pengukuran sama dengan ekstremitas atas
3.       Cara Penempatan bidai sama dengan ekstremitas atas
4.       Bila luka di femur maka diukur sendi koklea dan lutut
5.       Jika ada 2 bidai maka taruh di bagian samping luar kaki
6.       Jika ada 3 bidai maka taruh di bagian samping dalam  kaki
7.       Saat melakukan prosedur, jika pasien sadar makan komunikasi dengan pasien jangan dihilangkan. Tanyakan kencanga tau tidak
8.       Cara untuk menegtahui kencang atau tidaknya balutan kassa, maka dapat kita ukur dengan memasukkan satu jari ke selubung kasaa.


Tidak ada komentar: