Follow by Email

TULISAN berjalan

nailul-nailul.blogspot.com _________twitter= @NailulH___________ Instagram= nailulhimmah.

Selasa, 28 Agustus 2012

Roleplay KESALAHN DALAM MENGKAJI TANDA-TANDA VITAL

NASKAH ROLE PLAY KELOMPOK 7


“Di suatu desa tinggallah sebuah keluarga yaitu keluarga BaPak Teri dan istrinya ibu Siti dan mereka dikaruniai dua orang anak yang bernama Handoyo dan intan, pada suatu pagi Pak Teri sekeluarga pergi jalan-jalan mengitari desa.” :

Pak Teri : Buk, yok do jalan-jalan pagi mumpung bapak ora kerjo dino iki, Handoyo dan intan diajak nisan ben podo sehat. . .
Ibu Siti : Nggih pak, Handoyo dan intan tak gugahe bocahe ijeh turu e. . .
Pak Teri : Yo wis, tak enteni ning ngarep omah yo. . .
Ibu Siti :, Handoyo,,,, tangi le. . .
Handoyo : Wonten nopo buk ?
Ibu Siti : Do jalan-jalan yo le, mumpung iseh esuk. . .
Handoyo : Nggih buk. . .

“Akhirnya mereka sekeluarga pergi jalan-jalan mencari udara segar disekitar kampungnya, setelah itu tiba-tiba mereka merasakan lapar, dan mereka pun pergi makan pagi di sebuah warung milik Mak Vemti.” :

Pak Teri : “Assalamualaikum”
Mak Vemti : “Wassalamualaikum, wah esuk-esuk kok wis podo kringetan
Kabeh” ?
Ibu Siti : Niki lho mak, bapake dek wau ngejak jalan-jalan jarene ben sehat”,
Mak Vemti : O. . . Ngoten nggih, ajeng dahar nopo niki buk ?
Intan :” Aku nasi pecel mak”
Ibu Siti : Nasi pecel 3 mak. Han .kowe maem opo nang ? cah
ngganteng. . .
Handoyo : Wis kulo maem mie wae buk. . .

“Setelah mereka selesai sarapan pagi di warung Mak Vemti mereka pulang kerumah, dan pada saat itu si Handoyo merintih kesakitan.” :

Handoyo : Aduuhh pak. . .!!! wetengku larane. . . !!!
(teriak si Handoyo sambil memegang perutnya)
Pak Teri : Lha kenopo nang ?
Handoyo : Mboh pak wetengku loru, kudu mutah-mutah. . .!!!
Pak Teri : Ibu, anakem iki piye ? (dengan perasaan panik)
Ibu Siti : Lha kenopo pak ? (dengan perasaan panik)

“Akhirnya Handoyo di bawa kerumahsakit, dengan perasaan panik. Suster Nailul datang untuk memeriksa keadaan Handoyo.

Suster Nailul: “Selamat siang?”
Ibu Siti: “Siang sus”
Suster Nailul : saya perawat Nailul yang bertugas untuk memeriksa Tanda-tanda vital mas Handoyo. Apakah ibu setuju?”
Ibu Siti: “iya sus, saya setuju”.
Lalu Suster Nailul melakukan inspeksi, palpasi dan auskultasi serta perkusi pada Handoyo.

Suster Nailul: “maaf ya mas, perutnya yang sakit mana?”
Handoyo : “Disini sus” (dengan berkata lemas)
Suster Nailul: “coba suster lihat dulu ya”
Handoyo : “iya sus”

Suster Nailul : “Niki putrane jenengan pak, buk. . . Si Handoyo ndik enjing maem nopo buk ?”
Ibu Siti : “Maem mie rebus mbak”
Suster Nailul: O. . . ngoten buk, mie ne menawi sampun kadaluarsa, coba di
beto teng mriki mawon buk ?

Ibu Siti: iya Sus, ini bungkusnya.
Suster Nailul: “baiklah bu, saya akan mengecek komposisi dari mie ini. Nanti Ada Suster Ika yang akan memeriksa tekanan darah saudara Handoyo.”
Ibu Siti: “IYa sus, terimkasih”

Tak lama kemudian Suster Ika datang dan memeriksa tekanan darah Handoyo.

Suster Ika: “selamat siang bu, saya perawat Ika yang bertugas Untuk memeriksa tekanan darah saudara Handoyo”
Ibu Siti : “iya silahkan sus”
Suster Ika: “tekanan darah mas Handoyo 130/110 bu”
Ibu Siti : “yang bener sus, tinggi sekali. Mungkin suster salah”
Suster Ika: “sudah benar ibu”

Terdengar suara dari belakang pintu, Suster Nailul datang dan Suster Ika dan Ibu Siti berhenti sejenak ributnya,

Suster Nailul : “selamat siang, ada keributan apa ini.?”
Ibu Siti :begini sus, tadi suster ika mengecek tekanan darah yang hasilnya 120/110. Itu tinggi sekali. Saya bilang kalau suster ika salah, namun ia tetap saja mengelak.
Suster Nailul: baiklah bu, saya akan mengecek kembali untuk lebih jelasnya lagi .

Lalu suster Nailul memeriksa tekanan darah Handoyo.
Suster Nailul: hasilnya 110/90 bu. Ini masih normal kok bu.
Ibu Siti : tu kan, anda salah suster Ika. Kalau ada apa-apa dengan anak saya akan saya tuntut kamu”.
Suster Ika:”maafkan saya bu”
Suster Nailul: “kami minta maaf atas kesalahan ini bu, namun alangkah baiknya jika hal ini diselesaikan secara kekeluargaan, saudara Handoyo kan tidak ada kecacatan atas keslalahan dalam melakukan tindakan ini. Untuk membuktikan hal ini saya akan kembali 5 menit lagi untuk menjelaskan UU tentang keperawatan”.

(Pre memory )Setelah beberapa menit kemudian Suster Nailul datang kembali dan membacakan UU yang menyangkut hal tersebut untuk membuktikan kepada keluarga pasien.

Suster Nailul : “begini pak penjelasannya, Kecuali ada kesalahan dalam pemeriksaan menurut UU pasal 54 tahun 1992 yang berbunyi : Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin. Dan Jadi kami minta Ibu tidak usah melapor pada polisi mengenai kasus ini” .
Ibu Siti: “baik sus, saya setuju. Dan tidak menggugat Suster Ika ke polisi. Namun saya minta perawat lebih berhati-hati dan teliti saat memeriksa pasien”
Suster Ika: “saya benar-benar minta maaf bu”

Akhirnya Ibu Siti telah menerima penjelasan dari Suster Nailul untuk tidak melaporkan masalah ini ke polisi. Lalu..



Tidak ada komentar: